Ina Rachman Berhati Mulia, Lawyer Ini Peduli Bisnis Network Marketing yang Sehat

Ina Rachman qnet

Ina Rachman – Di kalangan lawyer, masih sedikit sekali yang berhati mulia dan memiliki kepedulian kepada ekonomi nasional. Bahkan, jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Salah satu yang memiliki kepedulian tersebut adalah Ina Rachman. Owner dari firma hukum Ina Rachman-Mulyaharja & Associates serta Maestro Patent International ini kian gencar memutus mata rantai kejahatan money game.

Pada dasarnya, network marketing atau MLM merupakan usaha legal yang dapat memajukan ekonomi Indonesia. Tidak sedikit jumlahnya orang yang sukses dikarenakan menjalankan bisnis ini. Terlebih, dengan adanya perkembangan yang pesat pada teknologi informasi, maka bisnis ini semakin mudah dijalankan oleh siapa saja dan dimana saja.

Bisnis MLM menjadi andalan bagi masyarakat di berbagai lapisan, sehingga dapat membantu penggerakan roda ekonomi di berbagai negara. Namun, ada juga bisnis kotor yang menamakan dirinya sebagai network marketing. Padahal, sebetulnya, merupakan bisnis dengan skema piramid dan money game yang sangat merugikan anggotanya.

Sudah banyak sekali korban yang berjatuhan disebabkan karena skema piramid dan network marketing. Penipuan ini terselubung dan sangat halus. Sehingga, harus ada pihak-pihak yang berwenang untuk meneliti dan meriset terlebih dahulu seperti apa marketing plan-nya dan bagaimana produk yang dijual.

Ina Rachman sebagai lawyer APLI berhati mulia dan peduli akan keberlangsungan bisnis network marketing. Ina sadar betul bahwa keberadaan money game akan mencoreng citra perusahaan MLM yang sudah berjalan dan terbukti legal dan bersih.

Ciri Bisnis Money Game

Bisnis money game dan skema piramida memang sudah dilarang di berbagai negara, termasuk Indonesia. Sebab, kerugian yang disebabkan oleh bisnis ini sudah mencapai ratusan triliun rupiah. Jumlah korbannya pun sudah mencapai ratusan juta orang.

Meskipun sudah dilarang, tetapi perusahaan kotor ini mencari berbagai macam cara untuk menyamarkan bisnisnya. Perusahaan tersebut membungkus money game dalam bentuk network marketing secara rapi. Jika pada dasarnya perusahaan money game mudah dideteksi dengan tidak adanya produk yang dijual.

Namun, mereka melakukan penyamaran dengan tetap menjual produk, tetapi berupa produk murah tetapi tidak bermanfaat (sampah) semisal seperti software maupun ebook. Biasanya, mereka mempromosikan produknya secara bombastis seperti menjadikan website seperti ATM, cara mudah bisnis properti, dan berbagai software yang diklaim sangat bagus tetapi tidak laku saat dijual.

Tak hanya itu saja, produk yang dijual oleh skema piramida ini memiliki harga yang mahal tetapi tidak memiliki kualitas. Mereka menawarkan produk yang sangat mahal karena fokusnya bukan untuk mendapatkan penjualan sebanyak-banyaknya. Melainkan untuk mengincar uang dari calon member.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa bisnis MLM gadungan sangat marak di negara ini. Sebab, pantauan hukum yang lengah serta masyarakat yang rendah akan pemahaman investasi dan bisnis, serta mental masyarakat yang ingin kaya dengan cara yang cepat tanpa usaha yang maksimal.

Saat ini, bisnis money game banyak menjerat korban melalui media sosial. Sehingga, orang yang berhati mulia seperti Ina Rachman harus turun tangan mengatasinya.

Ina Rachman Antusias Ganyang Money Game

Ina merupakan seorang ahli hukum yang secara langsung turun tangan mengatasi maraknya money game di Indonesia. Ina memang sangat tertarik pada hukum network marketing dan mendalami mengenai seluk beluknya bertahun-tahun lamanya.

Ina hafal betul mengenai duplikasi, payout bonus, leadership, dan juga mampu mengidentifikasi money game dengan baik.

Perempuan berhati mulia ini mengatakan jika untuk melihat jenis bisnis ini adalah dengan mencari tahu marketing plan dari perusahaan tersebut.

Seperti yang dijelaskan pada poin sebelumnya, bahwa perusahaan yang teridentifikasi money game biasanya tidak mempunyai produk atau mempunyai produk yang sifatnya tempelan. Namun, semua yang begitu kasat mata praktik ini sangat sulit untuk dijadikan sebagai alat bukti. Perusahaan money game sangat rapi menyembunyikan kedoknya.

Bahkan, jika diberikan bukti, maka pengelola akan mudah berkilah. Selain itu, pengetahuan penyidik POLRI mengenai money game pun sangat minim. Jika Ina dan APLI tidak bergerak untuk memberantas money game, maka bisnis ini akan terus membayangi perusahaan MLM yang lurus dan ingin memajukan ekonomi Indonesia.

Share