Ina Rachman Perempuan Cerdas, Perempuan Harus Mandiri Finansial

Ina Rachman qnet

Ina Rachman – Stereotipe antara perempuan pada zaman dahulu dan saat ini tentu bebeda. Dapur, sumur, kasur telah berubah menjadi karir, pengabdian, dan kontribusi. Ada banyak perempuan cerdas yang dapat mengungguli laki-laki dari sisi karir. Bahkan, banyak diantaranya yang menjadi orang nomor satu di suatu perusahaan.

Salah satu yang memberikan inspirasi adalah Ina Herawati Rachman, SH, MH. Perempuan cerdas yang merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini telah sukses membidangi karir hukumnya. Ina merupakan owner dari firma hukum Ina Rachman – Mulyaharja & Associates serta Maestro Patent International.

Selain itu, Ina juga menjadi pengacara untuk berbagai perusahaan besar di Indonesia. Nah, salah satu perannya yang paling krusial juga ada pada posisinya sebagai konsultan hukum untuk APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia) yakni satu-satunya asosiasi penjualan langsung yang diakui oleh Federasi Penjualan Langsung Internasional.

Sebagai orang yang memiliki karir cemerlang, tentu Ina sudah memiliki kemerdekaan finansial. Sehingga, ia juga menghimbau kepada perempuan cerdas Indonesia yang lain untuk bisa mandiri dan berdikari. Tujuannya agar perempuan bisa lebih diberikan penghargaan oleh keluarga dan lingkungan.

Sebab, faktanya, memang perempuan yang mandiri lebih dihormati oleh orang lain. Selain itu, ia juga bisa menebarkan manfaat kepada sekitarnya.

Bagaimana Menjadi Perempuan Cerdas Finansial?

Untuk menjadi perempuan cerdas dari sisi finansial seperti Ina Rachman, maka ada beberapa tips untuk dilakukan. Apa sajakah?

  1. Menyesuaikan Karir dengan Gaya Hidup

Bagi perempuan yang cerdas seperti Ina Rachman, sebenarnya tidak menjadi masalah untuk bekerja di bidang apa saja. Akan tetapi, ia akan cenderung untuk mementingkan passion. Ina sendiri merupakan orang yang memiliki pasion tinggi di bidang hukum. Sehingga, ia bekerja keras untuk bisa membangun firma hukumnya sendiri.

  1. Menemukan Minat dan Membangun Karir

Bekerja tapi terasa seperti bermain. Banyak orang yang bekerja tetapi tidak menikmati apa yang sedang dikerjakannya. Namun, ada pula orang yang telah menemukan minat dan mulai membangun karir sesuai dengan minatnya.

Sehingga, ia akan mudah mencapai goal di dalam karirnya. Secara finansial pun, akan semakin terjamin. Ina Rachman juag termasuk sosok yang mulus perjalanan karirnya. Sebab, ia tahu pasti apa yang menjadi minatnya dan ia pun antusias menjalankan karir tersebut.

  1. Disiplin dan Teliti dalam Mengelola Keuangan

Meksipun sudah mandiri secara finansial, Anda harus selalu memiliki perencanaan yang matang. Tanpa perencanaan, maka Anda diibaratkan perang tanpa adanya strategi. Padahal, Anda sudah mempunyai senjata yang lengkap yakni karir dan gaji.

Tanpa adanya pengelolaan yang baik, maka karir Anda akan sia-sia. Dalam pengelolaan penghasilan, Anda dapat menerapkan 40 % kegiatan bulanan, 10% tabungan, 30% maksimum utang. 10% biaya tak terduga, 10% investasi.

  1. Menabung Secara Konsisten

Kebebasan finansial dimulai dari banyaknya uang yang dimiliki. Sehingga, prioritaskan sebagian dari uang tersebut untuk disimpan. Alokasikan 5 hingga 10 persen penghasilan setiap bulannya.

  1. Mempunyai Target Keuangan Jangka Panjang

Perempuan cerdas finansial juga harus mempunyai target keuangan jangka panjang. Misalkan dalam 5 tahun ingin membeli mobil. Maka, siapkan strategi mencapai goal tersebut. Caranya adalah dengan berinvestasi. Pasalnya, tabungan tidak bisa menanding angka inflasi yang merangkak naik dari tahun ke tahun.

Anda bisa mencontoh Ina Rachman menjadi perempuan yang sukses dan mandiri secara finansial. Sebab, Anda tidak akan lagi bergantung pada orang lain dalam hal pembiayaan hidupnya.

Seperti Ina Rachman, dengan menjadi mandiri secara finansial, maka ia bisa lebih banyak berbagai. Ina dengan komunitasnya Perempuan Cerdas NKRI pun dapat memanfaatkan kemampuan finansialnya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan.

Mulai dari orang-orang yang menjadi korban bencana, pasien rumah sakit yang kekurangan, dan juga perempuan lain yang mengalami ketidak adilan. Bahkan, Ina juga memberikan bantuan hukum secara Cuma-Cuma untuk orang-orang yang mengalami kasus perceraian.

Dengan cerdas finansial, hidup perempuan tidak lagi terkungkung oleh berbagai batasan yang sebetulnya tidak perlu. Perempuan pun bisa lebih banyak berkontribusi untuk negara, agama, bangsa, dan juga kemanusiaan.

Semoga lebih banyak perempuan Indonesia yang sadar kana pentingnya menjadi mandiri dan cerdas finansial.

Share