Tag Archives: ina rachman qnet

Ina Rachman Qnet Lawyer Berintegritas dengan Kualitas Pengacara yang Mumpuni

Ina Rachman Qnet

Ina Rachman Qnet – Tugas utama dari seroang lawyer adalah memberikan pendampingan hukum untuk klien supaya bisa mendapatkan haknya dalam proses hukum yang dihadapinya. Dalam praktiknya, lawyer berintegritas dapat bebas mengeluarkan pendapatnya dalam membela klien pada pengadilan selama berpegang pada kode etik profesi dan undang-undang.

Lawyer berintegritas juga memiliki kewajiban dalam merahasiakan semua informasi dari klien kecuali terdapat ketentuan lain pada Undang-Undang. Pengacara juga tidak diperbolehkan untuk membedakan perlakukan pada klien berdasar pada politik, agama, jenis kelamin, latar belakang sosial, dan rasnya.

Selama 20 tahun berkarir di bidang hukum, Ina Herawati Rachman SH, MH memiliki reputasi yang baik. Bahkan, tahun ini, ia dinobatkan sebagai best women leader pada Indonesia Best of The Best 2020 yang dilaksanakan di Bali. Semua itu ia dapatkan karena kerja keras dan kredibilitasnya dalam memimpin firma hukum Ina Rachman – Mulyaharja & Associates serta Maestro Patent International.

Dengan kredibilitasnya tersebut, Ina juga menjadi kuasa hukum untuk berbagai perusahaan besar berskala nasional hingga internasional. Kesuksesan Ina tidak berhenti di situ saja. Perempuan berjilbab ini juga menempati 9 posisi strategis di bidang hukum. Rinciannya dalah sebagai berikut:

  1. Advokat dan Legal Konsultan APLI
  2. Kepala Bidang Advokasi Hukum Asosiasi Advokat Muda Seluruh Indonesia (AAMSI)
  3. Owner dan managing partner di kantor hukum Ina Rachman-Mulyaharja & Associates
  4. Direktur di firma hukum Maestro Patent International
  5. Corporate lawyer untuk Kimia Farma
  6. Konsultan Hukum BPOM RI (Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia)
  7. Corporate Lawyer untuk Kimia Farma Trading & Distribution
  8. Corporate Lawyer untuk Kimia Farma Apotek
  9. Corporate Lawyer dari beberapa perusahaan MLM yang sudah terdaftar sebagai anggota dari APLI.

Apa Kunci dan Syarat Menjadi Lawyer Berintegritas Seperti Ina Rachman?

Semua yang didapatkan Ina tidak serta merta teraih hanya dalam waktu satu dua tahun saja. Melainkan lebih dari 20 tahun lamanya. Jika ingin meniru keberhasilannya, tentu Anda harus mematuhi rambu-rambu sebagai pengacara.

Sesuai dengan Pasal 2 ayat 1 UU Advokat menyatakan bahwa seseorang yang bisa menjadi advokat adalah orang yang mempunyai latar belakang pendidikan tinggi hukum. Tak hanya itu saja, seseorang juga harus ikut pendidikan khusus profesi advokat dari PERADI (Perhimpunan Advokat Indonesia).

Sesudah rampung menjalani pendidikan khusus profesi advokat, maka harus mengikuti ujian serta magang di kantor advokat selama 2 tahun berturut-turut. Jika sudah lulus, Anda akan diambil sumpahnya di Pengadilan Tinggi sebelum menjalankan profesi tersebut.

Kualitas Lawyer Berintegritas

Ina Rachman memang terkenal pandai dalam menguasai teori dan hukum yang ada di Indonesia. Tak hanya itu saja, Ina sangat dipercaya tentang pengetahuan di bidang network marketing. Sehingga, ia pun dipercaya untuk menjadi lawyer APLI yang merupakan satgas waspada investasi bagi kementerian perdagangan.

Lawyer berintegritas ini mempelajari bidang yang menjadi passionnya di bidang hukum hingga bertahun-tahun lamanya. Hingga akhirnya ia dipercaya oleh berbagai instansi untuk menjadi kuasa hukumnya.

Nah, untuk menjadi pengacara seperti Ina, tidak cukup hanya berdasar pada materi saja. Melainkan juga ada beberapa kualitas yang mesti dimiliki, diantaranya:

  1. Bisa Melakukan Negosiasi dengan Baik

Seorang pengacara harus mampu melakukan negosiasi dengan baik. Keterampilan dalam hal tawar menawar ini akan membantu Anda untuk mudah dalam mencapai kesepakatan diantara berbagai pihak terkait.

  1. Mempunyai Kemampuan Persuasif

Untuk menyelesaikan kasus, pengacara harus mempunyai kemampuan persuasif yang baik pula. Sehingga, Anda dapat meyakinkan pengadilan tentang posisi dari klien.

  1. Dapat Mengendalikan Emosi

Persidangan pun ada lika-liku perjalanannya. Pengacara akan kerap menghadapi argumen maupun ancaman yang bisa memengaruhi emosi. Untuk itu, tetap kendalikan emosi dengan baik supaya Anda bisa menjadi pengacara yang hebat.

  1. Sabar

Dalam banyak kasus, tidak hanya dapat diatasi dalam waktu satu atau dua minggu saja. Melainkan membutuhkan waktu sampai berbulan-bulan hingga selesai. Sehingga, sabar adalah pondasi awal bagi keberhasilan seorang pengacara.

Jika ingin menjadi lawyer berintegritas seperti Ina Rachman dan sesukses dia, maka hal-hal di atas harus Anda perhatikan. Dan ingat bahwa semua perjuangan tidak ada yang instan untuk mencapai suatu keberhasilan.

Share

Ina Rachman Qnet Perempuan Islami, Pembela Perempuan di Bidang Hukum

ina rachman qnet

Ina Rachman qnet – Dalam tatanan budaya dan agama masyarakat Indonesia, kecenderungan patriarki masih dominan dan langgeng. DI berbagai aspek kehidupan, budaya ini masih cukup mudah untuk ditemukan. Mulai dari aspek politik, ekonomi, pendidikan, budaya, dan juga hukum. Meski saat ini banyak perempuan islami yang memperjuangkan hak kaum perempuan, nyatanya, ketidak setaraan gender masih mendominasi.

DI Indonesia sendiri, hubungan laki-laki dengan perempuan masih terlalu terpengaruh oleh ideologi gender dengan budaya patriarki. Patriarki sendiri memiliki arti posisi laki-laki pada struktur masyarakat menjadi penguasa sentral, tunggal, serta segala-galanya.

Sistem ini mendominasi kebudayaan sehingga muncul adanya ketidakadilan gender di berbagai aspek kegiatan manusia. Posisi perempuan pun ada lebih cenderung menjadi inferior dan subordinat pada laki-laki dan tidak diikutsertakan pada pembentukan pranata sosial.

Laki-laki mempunyai kontrol yang besar di masyarakat dan keluarga. Sedangkan perempuan mempunyai suara yang lemah dan pengaruh kecil. Perempuan pun dikelilingi oleh seperangkat aturan yang membatasi dan membelenggu ruang geraknya. Sehingga, budaya patriarki mendorong adanya perbuatan kekerasan, diskriminasi, dan pelecehan pada perempuan.

Kekerasan pada perempuan justru banyak terjadi pada kaum perempuan. Kekerasan sendiri bisa diartikan sebagai suatu serangan pada fisik atau integritas mental dari seseorang. Sehingga, kekerasan juga tidak hanya diartikan sebagai pemerkosaan, penyiksaan, atau pemukulan semata. Melainkan juga yang memiliki sifat non fisik seperti paksaan, ancaman, dan lain-lain.

Tokoh Pembela Perempuan Lemah

Dalam rumah tangga dan perceraian, perempuan memang menjadi pihak yang paling banyak dirugikan. Pasalnya, banyak juga perceraian yang diakibatkan adanya penderitaan fisik, psikologis, dan fisik perempuan. Bahkan, banyak kasus pemaksaan dan perampasan kemerdekaan secara sewenang-wenang.

Hal ini menimbulkan keprihatinan bagi seorang lawyer bernama Ina Herawati Rachman, SH, MH. Perempuan kelahiran Singapura, 21 Januari 1976 ini pun kerap membantu perempuan-perempuan untuk menghadapi kasus perceraiannya.

Bukan tanpa alasan, perempuan islami ini juga pernah mengalami ketidakadilan dalam rumah tangganya. Bahkan, keadaan tersebut menuntutnya untuk bercerai hingga dua kali. Tentu saja, Ina sadar bahwa dalam kasus tersebut, perempuan banyak menjadi korban dan bisa memberikan efek yang negatif.

Ina tidak ingin ada perempuan lain yang merasakan efek negatif tersebut seperti dirinya. Hingga akhirnya, ia memang kedapatan kerap menjadi pengacara untuk kasus perceraian terutama di kalangan artis.

Beberapa perempuan yang ia bantu dalam persoalan hukumnya diantaranya Risty Tagor, Elma Theana, istri Ustadz Zakky Mirza, istri penyanyi Opick, Marcella Zalianty, dan juga Eddies Adellia.

Bagi Ina Rachman, membantu perempuan lain terutama dalam kasus perceraian. Pasalnya, Ina menganggap bahwa perceraian adalah musibah. Sehingga, ia ingin melakukan pengabdian semata. Bahkan, Ina tidak memungut biaya dari bantuan hukum yang diberikannya untuk berbagai kasus perceraian.

Perempuan Islami Harus Menolong Perempuan Lain dari Diskriminasi Gender

Setiap tahun, catatan kekerasan terhadap perempuan semakin bertambah. Bahkan, menurut data dari Komnas Perempuan, dalam dua jam selama sehari, ada tiga perempuan yang menjadi korban dari kekerasan seksual di negara ini. Mulai dari kekerasan fisik, psikis, kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan pada istri, pencabulan, pemerkosaan, hingga trafficking.

Kini, sudah saatnya bagi banyak pihak terutama perempuan islami untuk menghentikan diskirimasi gender. Harus lebih banyak lagi sosok seperti Ina Rachman yang memperjuangkan nasib perempuan. Perempuan Indonesia harus menjadikan Ina sebagai contoh yang nyata seseorang yang ada di garda terdepan memperjuangkan perempuan lain.

Perempuan Indonesia juga harus menegakkan hak asasi manusia bagi perempuan di berbagai lini kehidupan. Pun, di tingkat lokal, nasional, hingga internasional. Perempuan bisa memperjuangkannya sesuai dengan keahliannya masing-masing. Entah itu secara politik, ekonomi, hukum, dan juga sosial budaya. Seperti Ina yang melakukan pengabdian di bidang hukum sesuai dengan pendidikan yang dijalaninya

Dengan memberikan bantuan dan semangat kepada perempuan yang tertindas dan teraniaya, maka akan lebih banyak perempuan yang tertolong hidupnya. Sebab, diskriminasi gender benar-benar menindas perempuan dari berbagai aspek kehidupan. Semangat Ina Rachman harus ditularkan kepada banyak perempuan muda.

Sehingga, banyak perempuan yang bangkit dan bergerak maju, membawa perubahan untuk kemerdekaan negara, bangsa, dan agama.

Share